RasulYakobus (Santo Yakobus, Saudara Tiri Tuhan Yesus, Saint James) Ia tampaknya menjadi pemimpin gereja di Yerusalem (lihat Kisah Para Rasul12:27; 15:13-29; 21:18-24). Waktu dan cara kematiannya, yang tepat, tidak diketahui dengan pasti meskipun dipercaya itu terjadi pada tahun 66 M. Menurut Flavius Josephus, ahli sejarah Yahudi, imam besar 2 Raja-raja 4:8-17, 32-37; Kisah Para Rasul 14:1-7: Selasa, 6 Februari: 2 Raja-raja 8:1-6; Kisah Para Rasul 15:36-41: Rabu, 7 Februari: Ayub 6:1-13; Markus 3:7-12: Kamis, 8 Februari: 1 Raja-raja 11:26-40; 2 Korintus 2:12-17: Jumat, 9 Februari: 1 Raja-raja 14:1-18; 1 Timotius 1:12-20: Sabtu, 10 Februari: 1 Raja-raja 16:1-7; Lukas 19:41-44 Darisekian jumlah nabi rasul yang telah disebut, tercatat ada lima nabi dan rasul yang tergolong kedalam Rasul Ulul Azmi yaitu Nabi Nuh AS, Nabi Ibrahim AS, Nabi Musa AS, Nabi Isa AS, dan Nabi Muhammad SAW. Rasul Ulul Azmi adalah rasul-rasul yang memiliki keteguhan hati yang besar dalam berdakwah. AyatSH: Kisah Para Rasul 6:1-7 Judul: Positif terhadap Kritik Apabila sebuah komunitas dapat bertumbuh, maka hal itu mendatangkan sukacita, baik secara kuantitas maupun kualitas. Namun, semakin berkembang sebuah komunitas berarti pula semakin banyak permasalahan dan semakin besar tanggung jawab yang harus dipikul. KisahPara Rasul 4-9: 57 Petrus Dan Kuasa Doa: Cerita: BM PDA Kisah Para Rasul 9-12: 58 Dari Penganiaya Menjadi Pengkhotbah: Cerita: BM PDA Kisah Para Rasul 8 dan 9: 59 Perjalanan-Perjalanan Paulus Yang Mengagumkan: Cerita: BM PDA Kisah Para Rasul pasal 16, 27, 28; 2 Timotius 4: 60 Surga, Rumah Tuhan Yang Indah KisahPara Rasul 7:59: Pengantar | Konteks | Catatan Ayat TL_ITL_DRF: Lalu <2532> mereka itu merajam <3036> Stepanus <4736> tatkala ia tengah berseru <1941> dengan katanya <3004>, "Ya Tuhan <2962> Yesus <2424>, terimalah <1209> rohku <4151>." TB: Sedang mereka melemparinya Stefanus berdoa, katanya: "Ya Tuhan Yesus, terimalah rohku." BIS yiK2. 7Pidato Stefanus 1Imam agung bertanya kepada Stefanus, “Apakah semua yang dikatakan oleh orang itu benar?” 2Stefanus menjawab, “Saudara-saudara dan Bapak-bapak! Coba dengarkan saya! Sebelum nenek moyang kita Abraham pindah ke Haran, pada waktu ia masih tinggal di Mesopotamia, Allah yang mulia datang kepadanya Kej. 121 3dan berkata, Tinggalkanlah negerimu dan sanak keluargamu. Pergilah ke negeri yang akan Kutunjukkan kepadamu.’ 4Maka Abraham meninggalkan negeri Kasdim, lalu pindah ke Haran. Sesudah ayah Abraham meninggal, Allah membuat Abraham pindah ke negeri ini yang Saudara-saudara dan Bapak-bapak sekalian diami sekarang ini. Kej. 1131, 124 5Pada waktu itu tidak ada sebagian pun dari negeri ini yang Allah berikan kepada Abraham untuk menjadi milik Abraham; setapak pun tidak diberi kepadanya. Tetapi Allah berjanji bahwa Ia akan memberikannya kepada Abraham untuk menjadi milik Abraham serta keturunannya. Waktu itu Abraham tidak mempunyai anak. Kej. 127, 1315, 1518, 178 6Tetapi inilah yang dikatakan Allah kepadanya, Keturunanmu akan tinggal sebagai orang asing di negeri orang lain. Orang-orang negeri itu akan menjajah mereka dan memperlakukan mereka dengan kejam empat ratus tahun lamanya. Kej. 1513-14 7Tetapi Aku akan menghukum bangsa yang memperhamba mereka, dan mereka akan keluar dari negeri itu dan akan menyembah Aku di tempat ini.’ Kel. 312 8Sesudah berkata begitu ikatan janji itu disahkan oleh Allah dengan upacara sunat. Maka sesudah Ishak, anak Abraham lahir, Abraham menyunat dia pada waktu ia berumur delapan hari. Kemudian Ishak menyunat juga anaknya, yaitu Yakub. Dan Yakub pun menyunat pula kedua belas anaknya, yaitu yang menjadi bapak-bapak leluhur bangsa Yahudi. Kej. 1710-14, 212-4, 2526, 2931—3518 9Bapak-bapak leluhur kita itu cemburu kepada Yusuf, sehingga mereka menjual dia menjadi hamba di Mesir. Tetapi Allah menyertai dia, Kej. 3711, 28, 392, 21 10dan melepaskan dia dari segala kesusahannya. Allah memberikan kepadanya budi dan kebijaksanaan pada waktu ia menghadap Firaun raja Mesir, sehingga Firaun menjadikan dia gubernur negeri Mesir dan penguasa istana Firaun. Kej. 4139-41 11Kemudian terjadi suatu masa kelaparan yang besar di seluruh negeri Mesir dan Kanaan sehingga orang menderita sekali. Nenek moyang kita tidak bisa mendapat makanan. Kej. 421-2 12Maka ketika Yakub mendengar ada gandum di Mesir ia menyuruh anak-anaknya, nenek moyang kita, pergi ke sana untuk pertama kali. 13Waktu mereka pergi kedua kalinya, Yusuf memberitahukan kepada saudara-saudaranya itu bahwa ialah Yusuf. Barulah waktu itu raja Mesir tahu tentang keluarga Yusuf. Kej. 451, 16 14Kemudian Yusuf mengirim berita kepada ayahnya, yaitu Yakub, untuk minta dia bersama seluruh keluarganya pindah ke Mesir - semuanya ada tujuh puluh lima orang. Kej. 459-10, 17-18, 4627 15Maka Yakub pindah ke Mesir dan di situlah ia dan nenek moyang kita meninggal. Kej. 461-7, 4933 16Mayat mereka kemudian dibawa kembali ke Sikhem dan dikuburkan di kuburan yang sudah dibeli dengan sejumlah uang oleh Abraham dari suku bangsa Hemor di Sikhem. Kej. 233-16, 3319, 507-13; Yos. 2432 17Ketika sudah hampir waktunya Allah memenuhi janji-Nya kepada Abraham, bangsa kita di Mesir sudah bertambah banyak. Kel. 17-8 18Akhirnya seorang raja lain yang tidak mengenal Yusuf, memerintah di Mesir. 19Raja itu mempermainkan bangsa kita dan kejam terhadap nenek moyang kita. Ia memaksa mereka membuang bayi-bayi mereka yang baru lahir supaya terlantar dan mati. Kel. 110-11, 22 20Pada masa itulah Musa lahir; ia bayi yang bagus sekali. Tiga bulan lamanya ia dipelihara di rumah bapaknya, Kel. 22 21dan setelah ia dibuang, putri Firaun mengambil dia, lalu memelihara dia sebagai anaknya sendiri. Kel. 23-10 22Segala ilmu bangsa Mesir diajarkan kepadanya dan ia menjadi orang yang sangat berkuasa dalam perkataan dan perbuatannya. 23Waktu Musa berumur empat puluh tahun, timbullah keinginan dalam hatinya untuk pergi melihat keadaan bangsanya orang Israel. Kel. 211-15 24Lalu ia melihat seorang dari mereka dianiaya oleh seorang Mesir; maka ia membela orang yang dianiaya itu dengan membunuh orang Mesir itu. 25Musa menyangka bangsanya akan mengerti bahwa Allah sedang memakai dia untuk membebaskan mereka. Tetapi ternyata mereka tidak mengerti. 26Besoknya ia melihat pula dua orang Israel berkelahi, lalu ia berusaha mendamaikan mereka. Ia berkata, Kalian ini bersaudara. Mengapa kalian berkelahi?’ 27Tetapi orang yang memukul kawannya itu mendorong Musa ke pinggir lalu berkata, Siapa yang mengangkat kau menjadi pemimpin dan hakim kami? 28Apa kau mau membunuh saya juga seperti kau membunuh orang Mesir itu kemarin?’ 29Ketika Musa mendengar apa yang dikatakan oleh orang itu, Musa lari dari Mesir lalu tinggal di negeri Midian. Di sana ia mendapat dua orang anak. Kel. 183-4 30Empat puluh tahun kemudian seorang malaikat datang kepada Musa di padang gurun dekat Gunung Sinai. Malaikat itu datang di dalam api pada belukar yang sedang menyala. 31Musa heran melihat hal itu, sehingga ia pergi dekat-dekat untuk mengetahui apa itu. Lalu ia mendengar suara Tuhan berkata, 32Akulah Allah nenek moyangmu; Aku Allah dari Abraham, Ishak, dan Yakub.’ Musa gemetar ketakutan sehingga tidak berani lagi melihat kepada belukar itu. 33Kemudian Tuhan berkata pula, Lepaskan sandal yang kaupakai itu, sebab tanah di tempat kau berdiri itu adalah tanah yang suci. 34Aku sudah melihat dan memperhatikan pahitnya penderitaan umat-Ku di Mesir. Aku sudah mendengar keluhan mereka dan Aku turun untuk membebaskan mereka. Sekarang, mari! Aku akan mengutus engkau kembali ke Mesir.’ Kel. 31-10 35Musa inilah Musa yang tidak diakui oleh bangsa Israel dan yang ditolak dengan perkataan ini, Siapa yang mengangkat engkau menjadi pemimpin dan hakim kami?’ Tetapi justru dialah orang yang diutus Allah untuk menjadi pemimpin dan penyelamat, dengan bantuan dari malaikat yang datang kepadanya di belukar yang menyala itu. Kel. 214 36Musa itulah yang memimpin bangsa Israel keluar dari Mesir dengan melakukan keajaiban-keajaiban dan hal-hal luar biasa di Mesir, di Laut Merah dan di padang gurun selama empat puluh tahun. Kel. 73, 1421; Bil. 1433 37Dialah juga Musa yang berkata kepada bangsa Israel, Allah akan memberikan kepadamu seorang nabi yang dipilih dari antaramu sendiri, sama seperti Ia memilih aku.’737 sama seperti Ia memilih aku atau seperti aku. Ul. 1815, 18 38Musalah yang di tengah-tengah bangsa Israel di padang pasir, menjadi perantara untuk malaikat yang berbicara kepadanya di Gunung Sinai dengan nenek moyang kita. Dialah yang menerima dari Allah berita yang hidup untuk disampaikan kepada kita. Kel. 191—2017; Ul. 51-33 39Sekalipun begitu nenek moyang kita tidak mau taat kepadanya. Mereka menolak dia dan ingin kembali ke Mesir. 40Mereka berkata kepada Harun, Buatlah dewa-dewa untuk kami, supaya dewa-dewa itu memimpin kami. Sebab kami sudah tidak tahu lagi apa yang terjadi dengan si Musa itu yang membawa kami keluar dari Mesir!’ Kel. 321 41Lalu pada waktu itu mereka membuat sebuah patung anak lembu, kemudian mereka mempersembahkan kurban kepada patung itu dan mengadakan pesta untuk memuja barang buatan mereka sendiri. Kel. 322-6 42Maka Allah meninggalkan mereka dan membiarkan mereka menyembah bintang-bintang di langit. Itu sesuai dengan apa yang tertulis dalam buku nabi-nabi. Begini,Hai orang-orang Israel! Bukannya untuk Akukamu menyembelih dan mengurbankan binatang selama empat puluh tahun di padang pasir. Am. 525-27 43Kemah berhala Molokhlah yang kamu bawa-bawabersama-sama dengan patung bintang berhalamu, yaitu Refan;itulah patung yang kamu buat untuk sebab itu Aku akan membuang kamu sampai jauh ke seberang di negeri Babel.’ 44Kemah tempat Allah datang kepada manusia terdapat pada nenek moyang kita di padang gurun. Kemah itu dibuat atas perintah dari Allah kepada Musa dan menurut contoh yang diperlihatkan Allah kepada Musa. Kel. 259, 40 45Kemudian kemah itu dibawa selanjutnya oleh nenek moyang kita pada waktu mereka dengan Yosua pergi merebut negeri kita ini dari kekuasaan bangsa-bangsa yang diusir Allah di hadapan mereka. Kemah itu berada di situ sampai zaman Daud. Yos. 314-17 46Daud menyenangkan hati Allah dan minta kepada-Nya supaya ia diizinkan membuat suatu rumah untuk Allah yang disembah Yakub746 Allah yang disembah Yakub beberapa naskah kuno bangsa Israel. itu. 2Sam. 71-16; 1Taw. 171-14 47Tetapi Salomolah yang mendirikan rumah untuk Allah. 1Raj. 61-38; 2Taw. 31-17 48Namun Allah Yang Mahatinggi tidak tinggal di dalam rumah yang dibuat manusia; sebab di dalam buku nabi tertulis begini, 49Langit adalah takhta-Ku,dan bumi alas apakah hendak kamu dirikan untuk Aku?Di manakah tempat untuk Aku beristirahat? Yes. 661-2 50Bukankah Aku sendiri yang menjadikan segala sesuatu?’begitulah kata Allah. 51Bukan main keras kepala Saudara-saudara dan begitu sukar taat kepada Allah! Kupingmu tuli sekali terhadap perkataan Allah! Kalian sama dengan nenek moyangmu; selalu melawan Roh Allah! Yes. 6310 52Apa ada nabi yang tidak dianiaya oleh nenek moyangmu? Mereka membunuh utusan-utusan dari Allah yang dahulu kala sudah mengumumkan bahwa Hamba Allah yang benar itu akan datang. Dan sekarang kalian mengkhianati dan membunuh Hamba Allah itu. 53Malaikat-malaikat sudah menyampaikan perintah-perintah Allah kepadamu tetapi kalian tidak menurutinya!”Stefanus dilempari batu 54Begitu anggota-anggota Mahkamah Agama itu mendengar semuanya yang dikatakan oleh Stefanus, mereka sakit hati dan marah sekali kepadanya. 55Tetapi Stefanus yang dikuasai oleh Roh Allah, memandang ke langit. Ia melihat kemuliaan Allah dan Yesus berdiri di tempat berkuasa di sebelah kanan Allah. 56“Lihat,” kata Stefanus, “saya melihat surga terbuka dan Anak Manusia berdiri di sebelah kanan Allah!” 57Anggota-anggota mahkamah itu menutup telinga mereka sambil berteriak-teriak, lalu serentak menyerang Stefanus. 58Mereka menyeret dia ke luar kota kemudian melemparinya dengan batu. Orang-orang yang menyaksikan kejadian itu menitipkan pakaian mereka pada seorang muda yang bernama Saulus. 59Sementara mereka melempari Stefanus, Stefanus berseru, “Tuhan Yesus, terimalah rohku!” 60Lalu ia berlutut dan berteriak dengan suara yang keras, “Tuhan, janganlah dosa ini ditanggungkan ke atas mereka!” Sesudah mengatakan begitu ia pun mati. Alkitab dalam Bahasa Indonesia Masa Kini © Indonesian Bible Society, Selebihnya Tentang Alkitab dalam Bahasa Indonesia Masa Kini Pendahuluan Para Rasul menahbiskan tujuh murid untuk membantu dalam pekerjaan Tuhan. Stefanus, salah seorang dari mereka yang dipilih, melakukan banyak mukjizat. Beberapa orang Yahudi menuduhnya melakukan penghujatan dan membawanya ke hadapan Sanhedrin, di mana dia diubah rupa. Setelah mendera orang Yahudi karena menolak Juruselamat, Stefanus melihat Bapa Surgawi dan Yesus Kristus. Dia kemudian diusir keluar dari kota dan dilempari batu sampai mati. Saran untuk Pengajaran Kisah Para Rasul 61–8 Tujuh murid dipilih untuk membantu para Rasul dalam pekerjaan Ajaklah siswa untuk memikirkan seseorang dalam keluarga, lingkungan, atau masyarakat mereka yang memiliki tantangan atau kebutuhan duniawi yang khusus. Bagaimana perasaan Anda ketika Anda merenungkan orang ini dan keadaannya? Menurut Anda bagaimana perasaan Bapa Surgawi mengenai individu-individu ini? Ajaklah siswa untuk mencari sewaktu mereka menelaah Kisah Para Rasul 61–8 jalan yang telah Tuhan sediakan untuk memenuhi kebutuhan anak-anak-Nya. Mintalah seorang siswa untuk membacakan Kisah Para Rasul 61–2 dengan lantang. Mintalah anggota kelas untuk menyimak, dengan mencari kekhawatiran yang orang Yahudi yang berbahasa Yunani bawakan agar menjadi perhatian para Rasul. Orang Yahudi yang berbahasa Yunani “adalah orang Kristen-Yahudi yang menggunakan bahasa Yunani”, dan orang Ibrani “adalah orang Kristen-Yahudi dari Palestina” New Testament Student Manual [buku pedoman Church Educational System, 2014],288. Kekhawatiran apa yang para Orang Suci yang orang Yahudi yang berbahasa Yunani ungkapkan? Jelaskan bahwa pada waktu ini, Gereja tumbuh dengan pesat dan begitu pula kebutuhan duniawi banyak orang, termasuk para janda. Karena para Rasul bertanggung jawab untuk mengkhotbahkan Injil kepada “semua bangsa” Matius 2819, mereka tidak mampu secara pribadi menangani setiap kebutuhan individu para anggota Gereja. Ajaklah beberapa siswa untuk bergiliran membacakan dengan lantang dari Kisah Para Rasul 63–6. Mintalah siswa untuk menyimak, dengan mencari bagaimana para Rasul memecahkan masalah ini. Ajaklah siswa untuk melaporkan apa yang mereka temukan. Sifat-sifat apa yang perlu dimiliki oleh mereka yang dipilih untuk membantu dengan kebutuhan Gereja yang bertumbuh agar layak untuk pemanggilan ini? Anda mungkin ingin menyarankan agar siswa menandai ungkapan di ayat 3 dan 5 yang menguraikan sifat-sifat ini. Bagaimana proses ini serupa dengan apa yang Tuhan lakukan dalam Gereja-Nya dewasa ini untuk memastikan kebutuhan para anggota dipenuhi? Setelah siswa menanggapi, tuliskan kebenaran berikut di papan tulis Anggota Gereja yang layak dipanggil untuk membantu menangani kebutuhan orang lain. Ajaklah beberapa siswa untuk datang ke papan tulis dan menuliskan pemanggilan-pemanggilan di Gereja. Untuk beberapa di antara pemanggilan yang mereka daftarkan, tanyakan Kebutuhan siapa yang ditangani oleh orang-orang yang dengan setia melayani dalam pemanggilan ini? Menurut Anda mengapa penting bahwa orang-orang yang dipanggil untuk membantu menangani kebutuhan orang lain memiliki sifat-sifat yang disebutkan di ayat 3 dan 5? Mintalah siswa untuk membaca Kisah Para Rasul 67–8 dalam hati. Anda mungkin ingin menyarankan agar mereka menandai akibat-akibat positif yang dihasilkan dari pemanggilan tujuh murid ini untuk melayani orang lain. Mintalah siswa untuk melaporkan apa yang mereka temukan. Kisah Para Rasul 69–753 Stefanus dibawa ke hadapan Sanhedrin dan bersaksi bahwa mereka telah menolak Mesias Ajaklah beberapa siswa untuk berdiri dan memperlihatkan akan seperti apa kiranya jika mereka mencoba menolak bantuan orang lain dalam situasi-situasi berikut, meskipun mereka memerlukan bantuan melakukan pekerjaan rumah, memasak hidangan, memecahkan masalah utama dalam kehidupan mereka. Mengapa kita terkadang menolak bantuan orang lain? Apa konsekuensi yang dapat datang dari menolak bantuan orang lain? Tandaskan bahwa satu cara Bapa Surgawi menolong kita adalah melalui Roh Kudus. Ajaklah siswa untuk mencari sewaktu mereka menelaah Kisah Para Rasul 69–753 konsekuensi-konsekuensi dari menangkal Roh Kudus. Jelaskan bahwa seperti yang tercatat di Kisah Para Rasul 69, banyak orang yang tidak percaya kepada Yesus Kristus berselisih pendapat dengan Stefanus sewaktu dia mengajarkan Injil. Mintalah seorang siswa untuk membacakan Kisah Para Rasul 610–11 dengan lantang. Mintalah anggota kelas untuk menyimak, dengan mencari mengapa mereka yang berselisih pendapat dengan Stefanus terdampak olehnya. Anda mungkin perlu menjelaskan bahwa kata menghasut di ayat 11 artinya menyuap. Bagaimana orang-orang yang berselisih pendapat dengan Stefanus terdampak oleh ajaran-ajarannya? Apa yang dituduhkan kepada Stefanus? Ringkaslah Kisah Para Rasul 612–14 dengan menjelaskan bahwa Stefanus dibawa ke hadapan mahkamah agama yang mengatur orang Yahudi, yang disebut Sanhedrin. Mintalah seorang siswa untuk membacakan Kisah Para Rasul 615 dengan lantang. Mintalah anggota kelas untuk menyimak, dengan mencari apa yang tidak biasa tentang penampilan Stefanus sewaktu dia berdiri di hadapan mahkamah agama tersebut. Menurut Anda apa artinya bahwa Stefanus memiliki “muka seorang malaikat”? ayat 15. Stefanus diubah rupa. Perubahan rupa yang kudus ini adalah satu cara Allah memperlihatkan kepada orang-orang bahwa Dia menyetujui Stefanus dan pesannya. [Lihat Bruce R. McConkie, Doctrinal New Testament Commentary, 3 jilid [1965–1973], 267]. Ringkaslah Kisah Para Rasul 71–50 dengan menjelaskan bahwa sebagai tanggapan atas tuduhan terhadap dirinya, Stefanus menuturkan kembali sebagian dari sejarah Israel. Mintalah seorang siswa untuk membacakan Kisah Para Rasul 735–39 dengan lantang. Mintalah anggota kelas untuk menyimak, dengan mencari apa yang Stefanus katakan mengenai perlakuan Israel kuno terhadap Nabi Musa. Menurut ayat 35, bagaimana anak-anak Israel menanggapi Musa ketika dia datang untuk membebaskan mereka dari Mesir? Bagaimana mereka menanggapi Musa bahkan setelah dia membebaskan mereka lihat ayat 39? Ingatkan siswa bahwa Yesus Kristus adalah nabi yang Musa nubuatkan lihat ayat 37. Mintalah seorang siswa untuk membacakan Kisah Para Rasul 751–53 dengan lantang. Mintalah anggota kelas untuk menyimak, dengan mencari bagaimana Stefanus membandingkan para pemimpin orang Yahudi pada zamannya dengan Israel kuno yang dia uraikan. Menurut ayat 51, bagaimana para pemimpin orang Yahudi pada zaman Stefanus serupa dengan Israel kuno yang dia uraikan? Mereka berdua menangkal Roh Kudus. Jelaskan bahwa “keras kepala dan yang tidak bersunat hati” merujuk pada kesombongan penuh dosa dan jahatnya hati orang-orang Yahudi. Menurut ayat 52, siapa yang telah orang Yahudi zaman dahulu tolak dan aniaya sewaktu mereka menangkal Roh Kudus? Para nabi, termasuk Musa. Siapa yang Stefanus katakan telah mahkamah agama orang Yahudi tolak? “Orang Benar” [ayat 52], artinya Juruselamat. Jelaskan bahwa Stefanus mengilustrasikan bahwa sama seperti Israel kuno telah menolak nabi Musa, para pemimpin orang Yahudi di zaman Stefanus menolak Juruselamat. Kebenaran apa yang dapat kita pelajari mengenai menangkal Roh Kudus? Siswa mungkin menggunakan kata-kata yang berbeda tetapi hendaknya mengidentifikasi kebenaran yang serupa dengan yang berikut Menangkal Roh Kudus dapat menuntun pada menolak Juruselamat dan para nabi-Nya. Bagaimana menangkal Roh Kudus dapat menuntun kita untuk menolak ajaran-ajaran Juruselamat dan para nabi-Nya? Roh Kudus bersaksi tentang Yesus Kristus dan memberikan kesaksian tentang kebenaran firman-Nya dan perkataan para nabi-Nya. Oleh karena itu, menyangkal Roh Kudus akan melemahkan kesaksian seseorang serta tekadnya untuk mengikuti Juruselamat dan para nabi-Nya. Ajaklah siswa untuk menjelaskan bagaimana seseorang dapat tergoda untuk menyangkal Roh Kudus dalam keadaan berikut 1 memilih hiburan dan media, 2 memilih apakah mengikuti nasihat para nabi mengenai berkencan, dan 3 memutuskan apakah menerapkan asas-asas pertobatan yang telah Yesus Kristus dan para nabi-Nya ajarkan. Apa yang dapat kita lakukan untuk menyambut alih-alih menyangkal pengaruh Roh Kudus? Ajaklah siswa untuk mempertimbangkan bagaimana menerima pengaruh Roh Kudus telah menuntun mereka untuk menerima Juruselamat dan para nabi-Nya serta menerapkan ajaran-ajaran mereka. Imbaulah siswa untuk merenungkan satu hal yang dapat mereka lakukan pada minggu mendatang untuk secara aktif mengundang pengaruh Roh Kudus ke dalam kehidupan mereka. Ajaklah mereka untuk menuliskan gol ini dalam buku catatan kelas atau jurnal penelaahan tulisan suci mereka, dan doronglah mereka untuk memenuhi gol itu. Kisah Para Rasul 754–60 Stefanus dilempari batu sampai mati Tulislah kata kesukaran di papan tulis, dan tanyakan kepada siswa apa artinya itu menurut mereka. Setelah mereka menanggapi, tulislah definisi berikut di samping kata tersebut alasan dari masalah atau penderitaan besar. Mengapa kita hendaknya memiliki ekspektasi adanya kesukaran sebagai pengikut Yesus Kristus? Imbaulah siswa untuk mencari sewaktu mereka menelaah Kisah Para Rasul 754–60 suatu asas yang dapat membantu kita ketika kita mengalami kesukaran. Jelaskan bahwa setelah Stefanus menghardik para pemimpin orang Yahudi yang jahat, mereka “tertusuk hati[nya]” ayat 54 dan marah. Mintalah seorang siswa untuk membacakan Kisah Para Rasul 755–56 dengan lantang. Mintalah anggota kelas untuk menyimak, dengan mencari apa yang Stefanus alami pada momen penganiayaan ini. Apa pengaruh yang memenuhi diri Stefanus? Siapa yang Stefanus lihat? GambarStefanus Melihat Yesus di Sisi Kanan Allah Perlihatkan gambar Stefanus Melihat Yesus di Sisi Kanan Allah Buku Seni Injil [2009], nomor 63; lihah juga Ajaran mendasar mengenai Ke-Allah-an apa yang dapat kita pelajari dari kisah tentang penglihatan Stefanus? Siswa mungkin menggunakan kata-kata yang berbeda, namun pastikan mereka mengidentifikasi ajaran berikut Bapa Surgawi, Yesus Kristus, dan Roh Kudus adalah tiga Makhluk yang berbeda dan terpisah. Anda mungkin ingin menyarankan agar siswa menuliskan ajaran ini di margin tulisan suci mereka di samping Kisah Para Rasul 755–56. Ajaklah beberapa siswa untuk bergiliran membacakan dengan lantang dari Kisah Para Rasul 757–60. Mintalah anggota kelas untuk menyimak, dengan mencari apa yang orang-orang lakukan kepada Stefanus. Ajaklah siswa untuk melaporkan apa yang mereka temukan. Apa yang menonjol bagi Anda mengenai doa Stefanus? Menurut Anda mengapa Lukas menggambarkan kematian tragis Stefanus dengan ungkapan “meninggallah ia”? ayat 60. Tandaskan bahwa ungkapan ini mungkin merujuk pada beristirahatnya jiwa yang saleh dari kesusahan kefanaan dan kedamaian yang dengannya orang semacam ini bertransisi dari kehidupan yang ini ke yang berikutnya [lihat A&P 4246]. Ajaklah siswa untuk merenungkan apa yang Stefanus alami sebelum dia ditangkap dan dibunuh lihat Kisah Para Rasul 755–56. Bagaimana Allah memperkuat Stefanus sepanjang pengalaman-pengalamannya dengan Sanhedrin? Stefanus dipenuhi dengan Roh Kudus dan melihat Juruselamat berdiri di sisi kanan Allah. Asas apa yang dapat kita pelajari dari pengalaman Stefanus yang dapat membantu kita tetap setia kepada Yesus Kristus selama kesukaran? Siswa mungkin mengidentifikasi beragam asas, namun pastikan mereka memahami asas berikut Jika kita tetap setia kepada Yesus Kristus selama kesukaran, Dia akan berada bersama kita. Dengan cara apa Tuhan dapat berada bersama kita sewaktu kita menghadapi kesukaran? Meskipun Stefanus kehilangan nyawanya, apa yang dia peroleh? Jelaskan bahwa Stefanus umumnya dianggap martir Kristen yang pertama. Di samping itu, dia dapat dilihat sebagai sebuah contoh tentang Kristus, karena baik dia maupun Juruselamat berdiri di hadapan mahkamah agama untuk disidang, menyatakan kebenaran di hadapan musuh-musuh mereka, memberikan nyawa mereka dalam perkara yang saleh, dan bahkan mengucapkan ungkapan serupa sewaktu mereka mengalami kematian lihat Lukas 2333–34, 46. Anda mungkin ingin menandaskan bahwa seorang pemuda bernama Saulus—yang kelak menjadi Rasul Paulus—hadir dan menjadi saksi dari mati syahidnya Stefanus lihat ayat 58. Bersaksilah mengenai kebenaran-kebenaran yang diajarkan sepanjang pelajaran ini.

kisah para rasul 7 54 60