status hara tanaman pada saat pengambilan sampel, sementara uji tanah memberikan informasi tentang kesinambungan suplai hara dari dalam tanah (Mc Cray et al. 2008). Analisis unsur hara tanah dan jaringan tanaman merupakan teknik untuk menentukan kebutuhan pupuk pada tanaman. Pada mulanya analisis tanaman merupakan teknik diagnostik
Kandungan N, P dan K yang tinggi dalam tanah akan mengakibatkan defisiensi hara pada tanaman jagung. Untuk mengatasi permasalahan tersebut, program pemupukan seharusnya didasarkan pada hasil uji tanah dan analisa jaringan tanaman dengan memperhatikan status hara, kebutuhan tanaman jagung serta keadaan lingkunagan (Sabiham, 1996 dalam Safuan,
Unsur hara makro diperlukan oleh tanaman dalam jumlah yang lebih besar (0-3% berat tubuh tanaman). Sedangkan unsur hara mikro diperlukan oleh tanamannya dalam jumlah yang relatif kecil (beberapa ppm/ part per million dari berat keringnya). Unsur hara makro antara lain; C, H, O, N, P, K, S, Ca, dan Mg.
Penyerapan Unsur Hara….. 2 objek percobaan ini karena bersifat responsif terhadap pemupukan. Kekurangan unsur hara pada tanaman jagung akan direpresentasikan pada warna daun selama pertumbuhan. Penambahan zat hara pada tanah melalui pemupukan akan mempengaruhi pertumbuhan tanaman jagung (Titah dan Joko, 2016).
Unsur C, H, dan O diperoleh dari air dan udara. Pola serapan hara tanaman jagung dalam satu musim mengikuti polanakumulasi bahan kering sebagaimana dijelaskan oleh Olson dan Sander (1988). Sedikit N, P, dan K diserap tanaman pada pertumbuhan fase 2, dan serapan hara sangat cepat terjadi selama fase vegetatif dan pengisian biji.
Tanpa unsur hara mikro, mustahil tanaman akan tumbuh sehat dengan hasil produksi meningkat, sehingga inilah yang menjadi alasan penting aplikasi pupuk mikro. Tanaman yang kekurangan unsur hara mikro akan menunjukkan gejala defisiensi dan pertumbuhan tanaman tidak normal. Contohnya defisiensi unsur hara Besi (Fe) pada tanaman padi.
kwHJ3Qw.
defisiensi unsur hara pada tanaman